BELA NEGARA UNTUK NEGERI

Peringatan Hari Bela Negara merupakan wujud memorial penunjukan Kota Bukittingi sebagai Ibu Kota Negara Indonesia setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda atau dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dibentuk pada 19 Desember 1948 di Bukittingi, Sumatera Barat oleh Syafruddin Prawiranegara. (https://www.kemhan.go.id/belanegara/sejarah-bela-negara)

Semangat untuk tetap merdeka inilah yang membuat kita, para penerus bangsa, harus benar-benar memaknai arti dari bela negara.  Secara jamak, masyarakat akan memaknai mengenai bela negara sebagai bentuk kepasrahan seseorang apabila sewaktu-waktu negara mengharuskannya untuk angkat senjata, tampil di garis depan sewaktu perang, dan rela nyawa tercabut bila diperlukan. Stereotype yang tidak sepenuhnya salah ini terkadang malah memberikan bias negatif mengenai pemaknaan bela negara itu sendiri. Padahal, apabila kita tidak mengkerdilkan pemaknaan dari bela negara itu sendiri, kita bisa berbuat sangat banyak kepada negara kita. 

Bela negara seharusnya tidak perlu menunggu perang. Menangkis hoax, stop korupsi dari diri sendiri, dah bahkan ikut rapat RT dan aktif siskamling dapat dijadikan ejawantah dari bela negara ini. Esensinya adalah mau berkontribusi akan keutuhan negeri ini, dan bukan semata siap diajak perang saja. 

Selamat memperingati hari bela negara, Kantor Imigrasi Pemalang -pun akan senantiasa aktif dalam upaya bela negara dengan mewujudkan zona bebas dari korupsi di wilayah kerja kami. 

visit channel youtube kami ya