Kantor @imigrasi_pemalang turut menyemarakkan program wisata layanan city walk Kota Tegal.
Konsep wisata yg dimaksud diharapkan dapat mendekatkan layanan ke masyarakat

Kami ucapkan selamat kepada #pegawai terpilih, Sdr. Sudiyanto, sebagai pegawai teladan periode bulan Juli s.d. September 2022


Kepala Kantor bersama tim keuangan mengikuti entry meeting secara daring. Entry meeting ini bersama sama diikuti juga oleh seluruh satker Kemenkumham Jawa Tengah.

#SahabatPengayoman Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H. Laoly, menemui 200 anggota komunitas kreatif di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui kegiatan Yasonna Mendengar. Pada pertemuan ini, Yasonna menyampaikan bahwa produk kekayaan intelektual (KI) yang telah tercatat maupun terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dapat dijadikan jaminan fidusia baik untuk bank maupun nonbank. Tak hanya berkesempatan berdialog langsung dengan Menteri Hukum dan HAM, para komunitas yang telah diundang untuk mendapatkan pencatatan hak cipta dan pendaftaran merek secara gratis dari DJKI loh. Simak keseruan acaranya di postingan ini yaa 
#YasonnaMendengarMakassar 

https://www.instagram.com/reel/CjHYDmHAN72/?utm_source=ig_web_copy_link

Ada satu ayat, yang derajatnya sangat tinggi, dan faedahnya sangat banyak, sehingga ketika ayat itu dibaca, maka Allah SWT menjanjikan perlindungan bagi dia. Ayat itu adalah ayat kursi.

Sepotong intisari dari siraman rohani di atas mungkin telah diketahui sebagian besar umat Islam, namun bagi pegawai Kantor Imigrasi Pemalang, penjabaran hal itu malah menjadi hal yang menarik untuk disimak.

Mari kita simak rekaman audio siraman rohani pagi ini, semoga dapat dijadikan hikmah dan memperdalam khasanah pengetahuan keislaman kita

Semarang,22 September 2022
Bertempat di Aula Kresna Basudewa Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Tengah dilaksanakan kegiatan Pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Alumni Politeknik Imigrasi (IKA Poltekim) Provinsi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta oleh bapak Prof. Dr. M. Iman Santoso, S.H., M.H., MA selaku Ketua Umum Ikatan Alumni Politeknik Imigrasi.Peserta yang di lantik merupakan jajaran pegawai Divisi Keimigrasian dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Kanwil Kemenkumham Jateng dan D.I. Yogyakarta.

Kajen – Stigma birokrasi yang mempersulit dan susah dijangkau adalah salah satu PR berat yang diemban seluruh instansi plat merah negeri ini. Citra yang terlanjur melekat tersebut harus segera ditangkal! Imigrasi Pemalang sebagai salah satu instansi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat pun tidak luput dari imaji yang tidak mengenakkan tersebut. Karena itulah, Kantor Imigrasi yang terletak di pesisir utara pulau jawa ini menelurkan berbagai inovasi yang memudahkan. Salah satunya adalah program PANGLING, Paspor Keliling.

Foto: ilustrasi Jokowi (Edward Ricardo/ CNBC Indonesia)

“Seharusnya, auranya adalah memudahkan dan melayani”

—Joko Widodo

Kutipan Presiden Republik Indonesia yang menyentil layanan keimigrasian ini tentunya menjadi cerminan betapa layanan plat merah benar-benar harus bertransformasi. Sudah tidak jamannya birokrasi bersifat priyayi, yang inginnya mengatur, tapi lebih menjadi abdi, yang bersifatkan melayani. Kantor Imigrasi Pemalang yang memiliki area layanan sangatl luas, terbentang dari Kabupaten Batang sampai Kabupaten Brebes tentunya harus memiliki trik jitu agar layanan keimigrasian tidak serta merta menjadi beban, tapi malah menjadi solusi yang menyenangkan. Tingginya permintaan layanan keimigrasian, seringkali terbentur dengan hambatan geografis.

Walaupun Kantor Imigrasi Pemalang sudah terbantu dengan keberadaan layanan keimigrasian di MPP Batang, UKK Pekalongan dan UKK Brebes, namun letak kantor layanan yang berada di jalur Pantura dirasakan masih sangat jauh dari jangkauan masyarakat yang terletak di sisi selatan Pantai Utara Jawa. Belum sempurnanya median jalan maupun moda transportasi yang memudahkan akses ke kantor-kantor layanan tersebut benar-benar menghalangi semangat mendekatkan layanan keimigrasian ke masyarakat. Sehingga, tercetuslah ide untuk memberikan layanan yang bersifat mobile agar masyarakat yang berlokasi jauh dari Pantura dapat mengakses layanan keimigrasian dengan lebih dekat dan lebih mudah.

GILANG PANGLING adalah salah satu jawaban agar masyarakat dapat menikmati layanan pembuatan paspor, tanpa harus jauh-jauh datang ke kantor layanan yang berada di jalur pantura. Layanan pembuatan baru dan penggantian paspor karena habis berlaku ini bersifat mobile dan memungkinkan Imigrasi Pemalang untuk membuka layanan tersebut di lokasi yang dirasa strategis agar pemohon lebih leluasa dalam menyampaikan permohonan. Keleluasaan ini adalah perwujudan kemudahan layanan yang dijanjikan oleh Imigrasi Pemalang, diantaranya adalah:

  • Lebih dekat karena lokasi PANGLING ditargetkan di luar area pantura sehingga masyarakat yang memang berlokasi jauh dari Pantura dapat mengakses layanan Imigrasi dengan lebih nyaman
  • Lebih mudah karena tidak memerlukan aplikasi online, cukup dengan berkirim whatsapp sesuai kode pesan yang ditentukan, pemohon sudah dapat booking antrian
  • Lebih sederhana karena hanya dua layanan utama yang diusung, yaitu pembuatan paspor baru dan penggantian paspor karena habis berlaku saja

Secara garis besar, alur PANGLING adalah sebagai berikut.

  1. Pemohon cukup berkirim whatsapp untuk booking antrian
  2. Sebelum menuju lokasi PANGLING, diharapkan pemohon sudah menyiapkan berkas yang diperlukan dan memfotokopi berkas tersebut serta membawa serta dokumen aslinya
  3. Begitu datang, petugas akan memverivikasi pendaftaran dan dokumen yang dibawa
  4. Setelah terkonfirmasi, maka petugas akan memproses permohonan
  5. Setelah foto dan wawancara, pemohon harus segera membayar permohonan sesuai dengan kode billing yang diberikan
  6. Paspor bisa diambil terhitung 3 hari kerja setelah pembayaran, apabila tidak ditemukan kendala

Salah satu area yang dinilai strategis untuk dilakukan PANGLING adalah area Kajen di Kabupaten Pekalonngan. Secara geografis, Kajen terletak di tengah-tengah area yang dapat mudah dijangkau pemohon yang berlokasi di area pegunungan Kabupaten Batang maupun yang bermukim di area Kabupaten Pekalongan. Akses jalan yang memudahkan petugas maupun pemohon untuk menjangkau area tersebut juga menjadikan Kajen sebagai salah satu destinasi PANGLING. Selain itu, secara demografis, area Kajen didapati banyak pemohon keimigrasian sehingga dengan dibukanya PANGLING di area tersebut, pemohon potensial di sekitar area tersebut dapat segera mengajukan permohonan.

PANGLING memang bersifat tentative, yang berarti tidak ada jadwal yang saklek. Hal ini bertujuan agar layanan ini tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang menyalahguanakan layanan ini demi kepentingan pribadi. Selain itu, sifat PANGLING yang mobile dan jumlah pegawai Kantor Imigrasi Pemalang yang terbatas juga menjadi penyebab layanan PANGLING tidak bisa dilaksanakan secara berkala dengan jadwal yang pasti.

Lantas bagaimana apabila ada pemohon yang membutuhkan layanan dalam jumlah banyak dan tidak bisa menuju ke area kantor layanan di pantura? EAZY PASPOR jawabannya. Penasaran dengan program tersebut? Tunggu artikel selanjutnya ya