Kerjasama Bilateral Indonesia-Serbia

Sahabat Pengayoman, Serbia punya hubungan historis dengan Indonesia. Saat ini Menkumham Yasonna Laoly sedang lakukan kunjungan kerja ke Serbia dalam rangka kerjasama dalam bidang hukum. Tidak hanya dalam bidang hukum saja loh!, hubungan baik ini berpotensi dapat ditingkatkan menjadi kerjasama di bidang ekonomi dan infrastruktur.

Hubungan bilateral resmi berdiri pada 1954. Hubungan politik antara Indonesia dan Serbia adalah Gerakan Non Blok. Presiden pertama Indonesia Soekarno dan presiden Yugoslavia Josip Broz Tito adalah bapak pendiri Gerakan Non Blok sejak 1961.

Setelah pembubaran Yugoslavia disusul oleh Perang Bosnia pada 1992—1995, hubungan bilateral mengenai tingkat terendah, sejak Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, mengecam kejahatan pembersihan etnis berdasarkan pada ras dan agama, melawan orang Bosnia. Muslim yang dilakukan oleh orang Serbia. Sehingga, beberapa Muslim Indonesia berunjuk rasa untuk menunjukkan solidaritas kepada Muslim Bosnia.

Hubungan bilateral kembali normal pada 2000an. Pada 2008, Indonesia mendukung integritas nasional Serbia dengan tak mengakui kemerdekaan Kosovo dari Serbia. Sehingga, Indonesia menyerukan agar Serbia selalu mengikuti cara damai melalui dialog untuk menyelesaikan konflik dan mengalamatkan masalah-masalah separatis di Kosovo.

#KumhamPasti
#tumpaskejahatantransnasional