Maggot for life!

Liputan mengenai kreatifitas Kanim Pemalang untuk suvival selama pandemi dapat dijadikan inspirasi tersendiri. Mengutip dari liputan Kompas.TV di Kanim Pemalang.

PEMALANG, KOMPAS. TV – Setiap pulang bekerja Ery dan Tarjoko yang merupakan pegawai honorer ini mengurus belatung atau maggot dari lalat hitam jenis BSF (Black Soldier Fly) di rumah dinas kantor imigrasi Pemalang.

Ery dan Tarjoko warga Pemalang itu mempunyai peran berbeda, yaitu ada yang mencari sampah organik dan memberi makan belatung. Menurut ery budidaya Maggot ini sudah dijalani selama dua bulan yang merupakan program ekonomi kerakyatan di kantor ia bekerja yaitu di imigrasi Pemalang

Program dari kantornya itu membantu para tenaga honorer agar tetap produktif selama pandemi Covid-19. Dalam dua pekan ia bisa memanen maggot Sepuluh hingga Dua Puluh Kilogram. tiap kilogramnya, Ery bisa menjual  enam ribu Rupiah sampai delapan ribu Rupiah. Bahkan biasanya banyak peternak ayam maupun ikan yang langsung mengambil darinya.

Budidaya maggot ini sangatlah mudah karena awalnya hanya membeli telur lalat hitam lalu diberi makan sampah organik. Di Pemalang yang merupakan penghasil nanas biasanya Maggot diberi makan kulit buah nanas dicampur dengan bekatul.
 

Sementara kepala imigrais Pemalang, Andi Cahyono, mengaku program beternak belatung ini dilakukan untuk membantu para tenaga honorer di lingkungan kantornya. Modal semua dari kantor dan semua hasil panen untuk para tenaga honorer terutama dimasa pandemi Covid-19. Beternak maggot juga sebagai sarana kreatifitas agar bisa menghasilkan uang tambahan untuk keluarga.


Jadi jika anda berminat dan tidak geli serta takut pada belatung bisa mencoba beternak hewan ini yang bisa menghasilkan uang dengan cepat karena panen sekali dalam dua pekan.

#Belatung #Ternak
 

Editor : KompasTV Pekalongan