Rapat Tim Kewaspadaan Dini Kota Pekalongan

Tim Kewaspadaan Dini Kota Pekalongan mengadakan rapat koordinasi yang berlokasi di Gedung Jatayu Sekda Kota Pekalongan pada Hari Kamis 16 April 2020.

Imigrasi Pemalang, diwakili oleh Fitra Izharry dan Teguh Prastianto, mengikuti pembahasan mengenai penanganan isu terbaru yang menyeruak selama pandemi covid 19 di Kota Pekalongan.

Dalam pembukaan yang disampaikan oleh Walikota Pekalongan, diketahui beberapa isu yang tidak bisa dipandang sebelah mata, yaitu:

  1. Sampai saat ini di Kota Pekalongan tercatat ada 154 ODP, 4 PDP, 3 masih dalam perawatan dan 2 meninggal dunia.
  2. Segala bentuk kriminalitas wajib diantisipasi, terkait juga mengenai dampak pelepasan napi sebagai buntut kebijakan terkait Covid-19;
  3. Beberapa isu sosial terkait Covid-19 wajib dicarikan solusinya, diantaranya dampak libur sekolah yang berkepanjangan terhadap anak-anak, karantina lokal oleh penduduk setempat seperti pemasangan portal pada akses masuk kampung, maupun sampai persoalan sosial distancing yang sukar diterapkan pada masyrakat yang memiliki demografi penduduk yang beragam;

Tim yang terdiri dari berbagai elemen instansi tersebut kemudian saling berkoordinasi dan mengemukakan berbagai solusi terkait sesuai dengan tusi masing-masing instansi. Hasilnya, akan dijadikan sebagai dasar kebijakan publik yang akan dirilis oleh Pemerintahan Kota Pekalongan.

Terkait hal ihwal keimigrasian, Kasi Inteldakim Imigrasi Pemalang, Fitra Izharry, memberikan beberapa update terkini yaitu:

  1. TKA yg in house (menetap) di hotel-hotel Kota Pekalongan sudah sekitar 80% cek out (kembali kenegaranya) dan diperkirakan tanggal 24-25 akan keluar semua untuk kembali ke negaranya;
  2. Keberangkatan 101 (seratus satu) orang Warga Negara Filipina menggunakan Charter Flight Air Asia rute Semarang-Manila melalui Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang adalah TKA yg bekerja di PLTU Batang, dan kebanyakan berdomisili di Hotel-hotel Kota pekalongan.
  3. Beredarnya Permen no 11 tahun 2020 tentang Pelarangan sementara Orang asing masuk wilayah negara Repblik Indonesia.

Mari kita bersama-sama saling membahu di masa sulit ini.